Aerial fotogrammetri

03.06
Hai sobat blogger,

Melalui posting perdana ini, saya akan berbagi info tentang aerial fotogrammetri.
Aerial fotogrammetri (Aerial photogrammetry) merupakan seni fotografi terbatas. Mengapa terbatas?, tentunya karena pangsa pasar yang dibentuk dari kebutuhan akan foto udara, serta teknik dan seni pengambilan foto yang musti menggunakan alat bantu berupa media terbang seperti UAV (un manned aerial vehicle) atau drone dan pesawat fix wing yang dikendalikan oleh seorang pilot.
Pada dasarnya, Aerial fotogrammetri adalah bagian dari foto udara. Dengan aerial fotogrammetri, kita menggabungkan gambar foto udara untuk membuat model 2D atau 3D. Secara khusus, kartografer akan menggabungkan beberapa hasil jepretan gambar foto udara, dengan syarat hasil jepretan tersebut merupakan rangkaian gambar di area yang sama/berdekatan yang memiliki (minimal) dua angle (sudut) yang berbeda. Hal ini merupakan pedoman dasar dalam produksi serangkaian foto udara menjadi produk fotogrammetri.

Secara umum, aerial fotogrammetri  digunakan untuk membuat peta topografi. Dari peta topografi didapatkan data untuk menganalisa wilayah geografis baik dalam cakupan kecil maupun luas. Dalam banyak kasus, peta topografi digunakan dalam hubungannya dengan sistem informasi geografis. Pada awalnya, Peta topografi dibuat secara manual, namun sekarang, sudah cukup banyak perangkat lunak (software) yang bisa digunakan untuk membuat peta tersebut, seperti autocad, Qgis, Arcgis dan lain sebagainya.


Aerial fotogrammetri cukup banyak manfaatnya dalam bidang arsitektur dan pertanahan. Dengan teknik ini, banyak sekali waktu dan tenaga yang bisa dihemat untuk melakukan sebuah pengukuran area yang cukup luas, misal setingkat desa, kabupaten yang memiliki luas bukan hanya puluhan hektar, namun hingga ribuan bahkan ratusan ribu hektar. Bayangkan bila pengukuran tersebut dilakukan  langsung dengan berjalan kaki dan menggunakan alat-alat manual lainnya.
Manfaat lainnya dari aerial fotogrammetri adalah untuk membantu perencanaan tata kota, penelitian tanaman, konservasi hutan dan lahan, perhitungan pohon, klasifikasi pohon hingga monitoring perkembangan populasi penduduk, penggunaan lahan property dan produksi bahan-bahan tambang.


Artikel Terkait

First